Manusia dan Kebudayaan



Manusia dan Kebudayaan
Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai masyarakat.Kebudayaan adalah sebagai manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewa-hewa, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam. 

Kebudayaan terdiri atas berbagai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reaksi yang diperoleh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapainya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia :
·         Sistem Nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan secara terperinci.
·         Sistem Ideologi: meliputi etika norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan
·         Sistem sosial: meliputi hubungan dan kegiatan sosial dalam masyarakat 

UNSUR UNSUR KEBUDAYAAN

1. Menurut Melville J.Herkovits kebudayaan terdiri dari 4 unsur yaitu : 
  • Alat Teknologi,sebagai alat dan perlengkapan hidup. 
  • Sistem Ekonomi 
  • Keluarga dan Kekuatan Politik
2. Menurut Brownislaw Malinowski unsur kebudayaan terdiri dari:
  •  Sistem Norma, memungkinkan kerjasama antar anggota masyarakat untuk menyesuakan diri dengan lingkungannya. 
  • Organisasi Ekonomi. 
  • Alat-alat atau lembaga atau petugas pendidik. 
  • Organisasi kekuatan.
3. Menurut C. Kluckhon ada tujuh unsur kebudayaan Universal,Yaitu :
  •  Sistem Religi,Manusia sebagai homo religious. Diatas kekuatan diri manusia terdapat kekuatan lain yang lebih besar, hingga lahirlah kepercayaan yang sekarang menjadi agama. 
  • Sistem Organisasi Kemasyarakatan, disusun agar manusia saling bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. 
  • Sistem Pengetahuan, manusia sebagai pengetahuan dapat diperoleh dari diri sendiri orang lain dan buku. Manusianya disebut Homo Sapiens 
  • Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem, manusia sebagai homo economicus menjadikan taraf hidup manusia terus meningkat. 
  • Sistem Teknologi dan Peralatan, dengan alat ciptaan manusia lebih mampu dari pada binatang. Manusianya disebut Homo Faber 
  • Bahasa, mulanya bahasa Indonesia berbentuk tanda/kode yang sempurnakan dalam bentu lisan dan tulisan. Manusianya disebut Homo Languanges 
  • Kesenian, setelah kebutuhan fisik dibutuhkan kebutuhan psikis karena manusia perlu pandangan mata indah,suara merdu. Pada saat itu manusianya disebut Homo Austitecus
Kaitan Manusia dan Kebudayaan


Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.

Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :
  1. Ekstemalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya. Melalui ekstemalisasi ini masyarakat menjadi kenyataan buatan manusia
  2. Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia. Dengan demikian masyarakat dengan segala pranata sosialnya akan mempengaruhi bahkan membentuk perilaku manusia. 
  3. Intemalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakamya sendiri agar dia dapat hidup dengan .baik, sehingga manusia menjadi kenyataan yang dibentuk oleh masyarakat. 
Kehidupan yang mencerminkan budaya timur :
Kepribadian bangsa timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat tepo seliro atau memiliki sifat toleransi yang tinggi. Dalam berdemokrasi bangsa timur umumnya aktif dalam mengutarakan aspirasi rakyat. Kepribadian bangsa timur identik menjunjung nilai kesopanan yang lebih tinggi dibanding budaya barat. Selain itu, kepribadian bangsa timur khususnya Indonesia juga lebih terbuka dan ramah tamah. Bangsa timur sangat  peduli dengan orang lain hal ini dibuktikan dengan adanya sikap saling tolong menolong dengan sesama dan bergotong royong. Misalnya masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa. Sebagian besar mereka bertutur kata dengan lembut dan sopan. Dan terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan menurut versi orang dulu yang sebenarnya menurut orang Jawa itu suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu. Namun, pada saat ini ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan kepribadian bangsa timur adalah era globalisasi dan kebudayaan bangsa barat. Era globalisasi telah mempermudah kehidupan kita dilihat dari sekian banyak aspek. Namun  era globalisasi juga membawa pengaruh negatif yang merugikan. Begitu pula dengan pengaruh budaya barat. Contohnya, saat ini kesopanan dan kesantunan yang kita miliki hanyalah sekedar formalitas. Kepribadian bangsa timur ini tidak lagi menjadi suatu keharusan karena kepribadian ini telah banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Contoh kepribadian bangsa timur :
1. Ramah
Sifat tersebut menunjukkan bahwa bangsa timur memiliki sifat yang ramah dan sopan serta mudah bersosialisasi dengan bangsa lainnya. Sikap peduli terhadap lingkungan sekitar membuat bangsa timur mudah bergaul berbeda dengan bangsa barat yang cenderung hidup lebih individualis. 

2. Pekerja Keras
Pekerja keras merupakan sifat yang tidak bisa dianggap remeh. Bangsa Timur dikenal dengan orang-orangnya yang tidak mudah menyerah, rajin dan bersungguh sungguh saat melakukan sesuatu apalagi yang berhubungan dengan pekerjaan. 

3. Religius dan Tradisi
Bangsa timur juga terkenal karena keragaman ras dan kebudayaan. Tidak hanya menang kuantitas, hal utama yang menjadi pedoman hidup bangsa timur adalah tradisi dan agama. Karena keterikatan dengan adat dan budaya menjadikan pembatas individu-individu bangsa timur untuk mencapai potensi maksimalnya.

4. Hormat pada Orang Tua
Bangsa timur dikenal dengan kesopanannya dan menjunjung tinggi norma kesopanan. Adat yang berlaku di lingkungna bangsa timur sangat berpengaruh terhadap kesopanan orang-orangnya.

5. Rajin
Karena bangsa timur dikenal pekerja keras dan rajin ini menyebabkan bangsa timur cerdas dan pantang menyerah.

6. Patuh pada Norma
Sebagai bangsa timur, dikenal amat menjunjung tinggi norma-norma. Bangsa timur cenderung judgemental menyangkut hal-hal yang bertentangan dengan norma.


7. Kekeluargaan
Kebanyakan orang-orang bangsa timur sangat bergantung pada keluarganya. Keluarga menjadi factor utama dalam hal mempertimbangkan banyak hal seperti urusan jodoh dan karir.
  
Contoh aplikasi dalam kehidupan : 
Lingkungan Keluarga
                 
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama seorang anak berinteraksi. Dalam keluarga inilah terjadi pola pembentukan perilaku anak. Sehingga dapat dikatakan keluarga mempunyai peranan penting dalam membentuk perilaku anak.  
Setiap anggota keluarga harus melaksanakan hak dan kewajibannya dengan baik. Dengan demikian akan dapat menciptakan suasana yang tertib, aman, tenteram dan bahagia. Beberapa contoh penerapan norma, kebiasaan, adat istiadat dan aturan lain dalam kehidupan keluarga antara lain:   
  1. Setelah bangun tidur menata kembali tempat tidur.
  2.  Mengerjakan tugas di rumah yang menjadi tanggung jawabnya.
  3.  Menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda. 
  4. Menjaga nama baik keluarga. 
  5. Mentaati dan mematuhi peraturan yang ada dalam keluarga yang sudah menjadi kesepakatan bersama.
Lingkungan Sekolah
Norma dan peraturan lainnya harus diterapkan di sekolah karena bertujuan untuk menciptakan lingkungan, situasi, dan kondisi yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan. Dengan dipatuhinya norma dan peraturan yang berlaku di sekolah, hubungan antara sesama warga sekolah akan terjalin dengan baik serta kegiatan belajar mengajar dan kegiatan lain akan berjalan dengan tertib dan teratur. Beberapa contoh penerapan norma dan peraturan lainnya dalam lingkungan sekolah:
  1. Berbakti kepada guru dengan cara melaksanakan perintah dan nasihat-nasihat yang baik. 
  2. Menghormati guru, karyawan, dan pegawai sekolah lainnya.
  3. Mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah.
  4. Terus terang dan jujur dalam mengikuti pelajaran.
  5. Belajar dengan tekun dan disiplin. 
  6. Saling menyayangi antara sesama.
Lingkungan Masyarakat
Penerapan norma di masyarakat lebih kompleks karena di dalamnya terdapat beragam kepentingan. Semua norma diterapkan di masyarakat untuk mengatur perilaku majemuk. Penerapan norma dalam masyarakat bertujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang tertib, aman dan damai. Apabila semua warga menaati dan mematuhi norma yang berlaku dalam masyarakat maka hubungan antar warga pun akan terjalin dengan baik. Sehingga akan mampu mewujudkan tujuan bersama. Beberapa contoh penerapan norma dan peraturan dalam kehidupan masyarakat antara lain: 
  1. Tolong-menolong dengan tetangga di lingkungan masyarakat sekitar kita.
  2. Menghormati dan menghargai tetangga dengan cara saling bertegur sapa.
  3. Mematuhi segala peraturan dan hukum yang berlaku.
  4. Bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. 
  5. Ikut meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.
Lingkungan Bangsa dan Negara
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk yang terdiri dari beranekaragam suku, bangsa, agama, dan golongan. Di sini aturan baik yang berupa norma maupun peraturan lainya sangat diperlukan. Peraturan dibuat untuk ditaati dan dipatuhi bukan hanya sekedar dijadikan alat kelengkapan negara saja. Penerapan norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara mutlak diperlukan. Hal ini bertujuan agar kegiatan berbangsa dan bernegara dapat berjalan dengan baik dan benar. 
Penerapan norma dan peraturan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilakukan dengan konsekuen dan konsisten. Jika tidak akan terjadi kerawanan dan bahaya yang akan mengancam. Bahaya tersebut antara lain:
  1. Munculnya penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan. 
  2. Timbulnya kecemburuan sosial.Terjadinya pertentangan dan konflik.
  3. Terjadinya ketidakbenaran dan ketidakadilan. 
  4. Tersisihnya kepentingan rakyat. 
  5. Terpicunya gerakan sparatisme. 
Penerapan norma hukum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara difokuskan untuk mengatur perilaku pengemban kekuasaan dan aspirasi rakyat. Selain itu untuk mengatur hubungan antar lembaga, aparat hukum dan keamanan. Contoh penerapan norma yang berlaku dalam lingkungan bangsa dan negara antara lain:
  1. Mematuhi semua hukum yang berlaku di Indonesia.
  2. Tidak mencemooh suku bangsa lain. 
  3. Tidak melakukan tindakan yang mengarah pada SARA.
  4. Membayar pajak tepat pada waktunya. 
  5. Tidak merusak fasilitas umum.
  6. Ikut serta dalam pembelaan negara
Analisa :

Dalam kehidupan pasti ada norma - norma yang mengatur manusia baik dalam berpakaian, berperilaku, bermasyarakat dan sebagainya agar manusia lebih menghormati norma - norma yang ada. Dan timbal balik dari manusia pun ada yang positif maupun negatif tergantung manusia itu sendiri. Dalam kehidupan bernegara pun ada peraturan tersendiri yang harus diikuti manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia

SISTEM MULTIMEDIA

Manusia, Kehidupan dan Kematian